https://joim.ub.ac.id/index.php/joim/issue/feed Journal of Issues in Midwifery 2022-04-30T00:00:00+00:00 Dian Kusumaningtyas, S.Si.T., M.Keb dian.kusuma@ub.ac.id Open Journal Systems <span>Journal of Issues in Midwifery (JOIM) adalah jurnal online dalam bidang kebidanan yang dikelola oleh Jurusan kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang Indonesia. JOIM terbit tiga kali dalam setahun pada periode bulan April - Juli , Agustus - November , dan Desember - Maret dan memuat berbagai artikel sebagai hasil penelitian utuh, tinjauan pustaka, laporan kasus dan komunikasi singkat dalam bidang kebidanan. </span><span><br /></span> https://joim.ub.ac.id/index.php/joim/article/view/440 Literature Review: Hubungan Terapi Bermain dengan Daya Konsentrasi pada Anak Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) 2022-01-28T04:04:17+00:00 Rati Mei Ningrum rati_mei@student.ub.ac.id Satrio Wibowo satrio_wibowo@ub.ac.id Asmika Majri asmikamadjri@gmail.com Mega Ulfah megaulfah@ub.ac.id <p align="center"><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p><p><strong><em>Background</em></strong><em>: </em><em>Attention Deficit</em><em> Hyperactivity Disorder (ADHD) is a</em><em> </em><em>mental disorder c</em><em>ondition that usually begins in childhood</em><em> </em><em>and could persist until adult. This condition has</em><em> three main symptoms includ</em><em>ing</em><em> inattention (</em><em>lack of attention or reduced attention span</em><em>), hyperactivity, and </em><em>highly </em><em>impulsiv</em><em>e behavior</em><em>. </em><em>The causes of ADHD are still unclear</em><em>.</em><em> ADHD children often has some problems in their social environment, so often shunned by their peers.</em><em> <strong>Objective</strong>: T</em><em>his research aims to analyze</em><em> the </em><em>correlation</em><em> between play therapy </em><em>to the ability to</em><em> concentra</em><em>te on children with ADHD</em><em>. <strong>Methods</strong>: The </em><em>chosen research methodology is the </em><em>literature review</em><em>. All the data has matched the inclusion criteria and collected from online platforms such as</em><em> ScienceDirect, Proquest, PubMed, Researchgate, Google Scholar Impact Factor, and </em><em>Portal </em><em>Garuda Dikti w</em><em>hich</em><em> </em><em>was </em><em>published </em><em>in </em><em>2010-2020. </em><em>To analyze the research, researchers use the PICO-T method (Population, Intervention, Comparison, Outcome, Time). </em><strong><em>Results</em></strong><em>: From ten journals, three of them </em><em>show</em><em>ed that play therapy </em><em>could increase</em><em> the </em><em>ability to </em><em>concentrat</em><em>e on children with</em><em> ADHD. The </em><em>rest showed</em><em> that play therapy c</em><em>ould</em><em> </em><em>decrease</em><em> </em><em>ADHD </em><em>symptoms and disruptive behavior in ADHD children. </em><em>In several journals, it is stated that the positive effects of play therapy can last for a certain period. </em><strong><em>Conclusion</em></strong><em>: Play therapy can increase concentration </em><em>ability</em><em>, reduce symptoms (increased attention</em><em>, </em><em>decreased impulsive</em><em>ness</em><em> and hyperactivity behavior), and reduce deviant or disruptive behavior in ADHD children.</em></p><p> </p><p align="center"><strong>ABSTRAK</strong></p><p><strong>Latar Belakang</strong>: Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) adalah suatu kondisi gangguan mental yang biasanya muncul pada masa kanak-kanak dan dapat menetap atau persisten hingga dewasa. Kondisi GPPH ditandai dengan tiga gejala utama, meliputi inatensi (kesulitan memusatkan perhatian), hiperaktivitas, dan impulsif. Penyebab dari GPPH hingga saat ini masih belum diketahui secara jelas. Anak GPPH seringkali mengalami masalah di lingkungan sosialnya sehingga seringkali dijauhi oleh teman sebayanya. <strong>Tujuan</strong>: Mengetahui hubungan terapi bermain dengan daya konsentrasi pada anak GPPH. <strong>Metode</strong>: Desain dan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka yang menganalisis artikel ilmiah yang telah disesuaikan dengan kriteria inklusi. Artikel ilmiah diambil dari beberapa <em>database</em>, yakni Science Direct, Proquest, PubMed, Researchgate, Google Scholar Impact Factor dan Portal Garuda Dikti dengan tahun terbit antara 2010-2020. Analisis data menggunakan metode PICO-T (<em>Population, Intervention, Comparison, Outcome, Time</em>). <strong>Hasil</strong>: Dari sepuluh jurnal, tiga diantaranya menyebutkan bahwa terapi bermain dapat meningkatkan kemampuan konsentrasi anak GPPH. Tujuh jurnal sisanya memaparkan bahwa terapi bermain dapat menurunkan gejala inatensi, hiperaktif, dan impulsif serta menurunkan perilaku disruptif pada anak GPPH. Pada beberapa jurnal menyebutkan bahwa efek positif terapi bermain dapat bertahan dalam jangka waktu tertentu. <strong>Kesimpulan</strong>: Terapi bermain dapat meningkatkan daya konsentrasi, menurunkan gejala (peningkatan atensi serta penurunan perilaku impulsif maupun hiperaktivitas), dan menurunkan perilaku-perilaku menyimpang atau perilaku disruptif pada anak GPPH.</p> 2022-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Journal of Issues in Midwifery https://joim.ub.ac.id/index.php/joim/article/view/457 LITERATURE REVIEW: PENGARUH PEMBERIAN BIT (Beta vulgaris L.) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN 2022-02-09T06:41:41+00:00 Savira Oktavia Ainiyati oktaviasavira@student.ub.ac.id nurdiana nurdiana nurdianafarmako.fk@ub.ac.id Nur Aini Retno Hastuti nurainiretno@ub.ac.id <div class="WordSection1"><p align="center"><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p><p><strong><em>Background:</em></strong><em> Anemia is a condition in which the hemoglobin level in blood is lower than normal. The major cause of high incidence of anemia in women is caused by blood loss especially during menstruation and lack of adequate nutritional intake for the hemoglobin formation,  so lot of women experiences anemia. One of the non-pharmacological alternatives to treat anemia is by consuming beetroot (Beta vulgaris L.) from the Chenopodiaceae family. A total of 100 grams of beet contains 0.8 mg of iron, 128.7 mg of betalain, 4.9 mg of vitamin C, and 109 µg of folic acid which is important for hematopoiesis. <strong>Objective:</strong> The aim of this literature review is to determine the effect of beet (Beta vulgaris L.) administration on hemoglobin levels. <strong>Method:</strong> All the data were obtained online which is available in full text and open access format around 2011-2020 from 6 databases (Google Scholar, ProQUEST, PuBMED, Springer, Science Direct and ResearchGate). This literature review were synthesized using a narrative method in tabular form using PICOT method (population, intervention, comparation, outcome, and time). <strong>Result:</strong> A total of 10 articles that passed the inclusion and exclusion criteria according to the topic and also have passed the quality assessment. The study design was an experimental study and the intervention method was divided into two types, by juice and extract. <strong>Conclusion:</strong> Based on the results of the assessment from literature study sources, it can be seen that the intervention of beetroot in a certain dose and time period has a significant effect on increasing the hemoglobin levels to prevent and treat anemia.</em></p><p><em> </em></p><p><strong><em>Keyword :</em></strong><em> beetroot, haemoglobin, anemia, hematopoiesis.</em></p><p align="center"><strong>ABSTRAK</strong></p><p><strong>Latar Belakang:</strong> Anemia merupakan suatu kondisi tubuh yang ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin dalam darah dari kadar normalnya. Penyebab tingginya angka kejadian anemia pada wanita diakibatkan oleh kehilangan darah terutama saat menstruasi dan kurangnya asupan nutrisi yang adekuat untuk pembentukan hemoglobin sehingga banyak dari wanita mengalami anemia. Salah satu upaya secara non farmakologis sebagai alternatif mengatasi anemia yaitu mengkonsumsi bit (<em>Beta vulgaris L.</em>) yang berasal dari famili <em>Chenopodiaceae</em>. Sebanyak 100 gram bit mengandung zat besi 0.8 mg, betalain 128.7 mg, vitamin C 4.9 mg, dan asam folat 109 µg yang memiliki peranan penting untuk hematopoiesis. <strong>Tujuan: </strong><em>literature review</em> ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bit (<em>Beta vulgaris</em> L.) terhadap kadar hemoglobin. <strong>Metode:</strong> Sumber data diperoleh secara <em>online </em>yang tersedia <em>full text</em> dan <em>open access</em> dengan rentang tahun 2011-2020 menggunakan 6 <em>database</em> (<em>Google Scholar, ProQUEST, PuBMED, Springer, Science direct </em>dan<em> Research</em><em>Gate</em>). Literatur review ini disintesis menggunakan metode naratif dalam bentuk tabel menggunakan metode PICOT (<em>population, intervension, comparation, outcome, and time</em>). <strong>Hasil:</strong> Sebanyak 10 artikel telah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sesuai topik serta telah memenuhi <em>quality assessment</em>. Desain studi literatur tersebut merupakan penelitian eksperimental dengan metode intervensi bit terbagi menjadi dua yaitu pemberian jus dan ekstrak. <strong>Kesimpulan:</strong> Berdasarkan hasil pengkajian dari sumber studi literatur dapat diketahui bahwa pemberian intervensi bit dengan dosis dan kurun waktu tertentu memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kenaikan kadar hemoglobin untuk mencegah dan mengatasi anemia.</p><p align="center"> </p><p><strong>Kata kunci :</strong> bit, hemoglobin, anemia, hematopoiesis.</p></div> 2022-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Journal of Issues in Midwifery https://joim.ub.ac.id/index.php/joim/article/view/466 Literature Review: Hubungan Antara Riwayat Kelahiran Prematur dengan Tingkat Kecerdasan Intelektual (Intelligence Quotient - IQ) pada Anak Usia Sekolah Dasar 2022-03-23T07:45:45+00:00 Rizka Amalia Utami rizkaamaliautami30@gmail.com Ni Luh Putu Herli Mastuti niluhputuherlimastuti@gmail.com Krisjentha Iffah Agustasari krisjentha_kia@ub.ac.id <p align="center"><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p><p align="center"><strong><em> </em></strong></p><p><em>Preterm is defined as babies born alive before 37 weeks of pregnancy are completed. Several studies have reported that premature babies may have a risk of cognitive problems. Premature babies with gestational age between 32-35 weeks have lower intelligence and poor neuropsychological function at early school age. Therefore, the aim of this study is to determine the association between preterm birth and the level of Intellectual Intelligence or (IQ) in school-age children. This study used a literature review method. Researcher did research using three databases: ScienceDirect, PubMed, and Google Scholar with keywords: preterm, IQ (intelligence quotient), intelligence, cognitive, and school-age children. From 19.256 articles, 12 articles were reviewed that met all the criteria. Based on the results of this review study, there is a relationship between degree of prematurities and IQ level. The more immature and the lower the baby's birth weight, is more likely to reduce the level of intelligence and neurological disorders.</em><em></em></p><p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Prematurity, Intelligence Quotient (IQ), School-age children</em></p><p><em> </em></p><p align="center"><strong>ABSTRAK</strong></p><p> </p><p>Prematur didefinisikan sebagai bayi yang lahir hidup sebelum usia kehamilan genap 37 minggu. Beberapa penelitian melaporkan bahwa bayi prematur mempunyai risiko masalah kognitif. Bayi prematur dengan usia gestasi 32-35 minggu memiliki inteligensi lebih rendah dan fungsi neuropsikologi buruk di usia sekolah dini dibandingkan dengan bayi <em>aterm</em>. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara riwayat kelahiran prematur dengan tingkat kecerdasan intelektual (<em>intelligence quotient</em> - IQ) pada anak usia sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan atau yang sering disebut sebagai literature review. Peneliti melakukan pencarian jurnal pada tiga database yaitu <em>ScienceDirect, PubMed, Google Scholar</em> dengan kata kunci: <em>preterm, IQ (intelligence quotient), intelligence, cognitive, dan school-age children</em>. Dari 19.256 jurnal didapatkan 12 jurnal yang memenuhi kriteria dan selanjutnya dilakukan review. Berdasarkan kajian terhadap seluruh literatur tersebut, didapatkan adanya hubungan derajat prematuritas dengan tingkat IQ. Semakin immature dan semakin rendah berat lahir bayi maka semakin besar kemungkinan berkurangnya tingkat kecerdasan dan gangguan neurologik.</p><p> </p><strong>Kata Kunci: </strong>Prematuritas, <em>Intelligence Quotient </em>(IQ), Anak usia sekolah dasar 2022-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Journal of Issues in Midwifery https://joim.ub.ac.id/index.php/joim/article/view/511 Literature Review : Determinasi Kepribadian Berbasis Five Factor Model (FFM) Sebagai Indikator Depresi Postpartum pada Ibu Postpartum 2021-11-21T16:51:17+00:00 Synthia Paramitha Puspitandari para.mittaa@gmail.com Diadjeng Setya Wardani diadjeng.wardani@gmail.com Ratna Diana Fransiska ratnadiana90@ub.ac.id <strong>Latar Belakang</strong>: Kepribadian seseorang mencerminkan keragaman individual berdasarkan reaksinya terhadap rangsangan emosional (internal) dan lingkungan (eksternal). Kepribadian dapat dijadikan sebagai landasan untuk menjelaskan pola komorbiditas dan sistem klasifikasi yang lebih relevan secara etiologikal. Memahami hubungan antara kepribadian dan keadaan mental, utamanya depresi postpartum, dapat membantu bidan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada Ibu. <strong>Tujuan</strong>: Untuk mengidentifikasi tipe kepribadian yang berhubungan dengan depresi postpartum. <strong>Metode</strong>: Literature Review. Pada penelitian ini digunakan data sekunder dari 10 jurnal bereputasi dalam periode 2010-2020 yang disintesis menggunakan metode PICO-T (Population, Intervention, Comparison, Outcome, Time). Pembahasan mayor difokuskan pada hubungan kelima kepribadian terhadap depresi postpartum. Adapun pembahasan minor terkait teknik penelitian dan efektivitas instrumentasi juga disinggung sebagai pelengkap. <strong>Hasil</strong>: Neuroticism (neurotisme), Extraversion (ekstraversi), dan Conscientiousness (kedisiplinan) secara berurutan memiliki hubungan yang signifikan dengan depresi postpartum. <strong>Kesimpulan</strong>: Dalam Model Kepribadian Lima Besar, dimensi Neuroticism (neurotisme), Extraversion (ekstraversi), dan Conscientiousness (kedisiplinan) dapat dijadikan indikator utama depresi postpartum. Namun penting untuk diperhatikan agar tidak terburu-buru dalam menarik kesimpulan dari 2 kepribadian yang tersisa, yaitu agreeableness (keramahan) dan openness to experience (keterbukaan), karena hingga saat ini penelitian tentang kepribadian masih dalam pengembangan. 2022-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Journal of Issues in Midwifery https://joim.ub.ac.id/index.php/joim/article/view/571 Literature Review: The Relationship Between Exclusive Breastfeeding and Weight Changes in Breastfeeding Mothers 2022-03-29T00:38:44+00:00 Annisa Rizky Aprillianna annisarizkya@student.ub.ac.id Rismaina Putri rismaina.putri@gmail.com Mega Ulfah megaulfah@ub.ac.id <strong><em>Background:</em></strong><em> Exclusive breastfeeding is beneficial for mothers such as influencing the return of weight after childbirth, affecting the duration of postpartum amenorrhea, reducing the risk of breast and ovarian cancer, reducing the risk of type 2 diabetes, minimizing osteoporosis, and reducing the risk of depression in the mother, but many mothers do not do that. Some studies say exclusive breastfeeding for longer can trigger an increase in milk production, to produce breast milk the mother needs to spend more calories and can reduce weight after giving birth. The majority of studies show little or no relationship between breastfeeding and changes in body weight or body composition, but some studies show a positive relationship between the two. <strong>Objective:</strong> To examine the literature on the relationship between exclusive breastfeeding and changes in body weight in breastfeeding mothers. <strong>Methods:</strong> This type of research is a Literature Review. Review 10 journals published in the period 2011-2021 with a discussion of the relationship between exclusive breastfeeding and changes in maternal weight. <strong>Results:</strong> Seven journals showed an association between exclusive breastfeeding for 6 months and weight changes in breastfeeding mothers. However, three other journals explained that exclusive breastfeeding was not associated with weight changes in breastfeeding mothers. <strong>Conclusion:</strong> Exclusive breastfeeding and weight changes in breastfeeding mothers are interrelated.</em> 2022-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Journal of Issues in Midwifery