Pengaruh Kefir Susu Sapi terhadap Berat Badan Bayi Baru Lahir (BBL) pada Tikus (Rattus novergicus) Bunting yang Dipapar Asap Rokok

Authors

  • Winda Resmitha Universitas Brawijaya
  • Setyawati Soeharto Universita Brawijaya
  • Ni Luh Putu Herli Mastuti Universitas Brawijaya

DOI:

https://doi.org/10.21776/ub.JOIM.2020.004.01.1

Keywords:

kefir susu sapi, asap rokok, berat badan lahir rendah, tikus (Rattus novergicus), tikus bunting

Abstract

Asap rokok mengandung radikal bebas dan zat berbahaya seperti nikotin dan karbon monoksida yang dapat menyebabkan penurunan berat badan lahir bayi. Kefir susu sapi mengandung vitamin, minyak esensial, asam amino serta antioksidan yang diindikasikan lebih tinggi dibandingkan vitamin E. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kefir susu sapi terhadap berat badan bayi baru lahir pada tikus (Rattus novergicus) bunting yang dipapar asap rokok. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus bunting, dibagi menjadi 5 kelompok; kontrol (-), kontrol (+), perlakuan (1), perlakuan (2), perlakuan (3) dengan dosis kefir susu sapi masing-masing (P(1): 2,5;  P(2): 5; P(3): 10 ml/KgBB/hari). Kefir susu sapi dan pemaparan asap rokok diberikan pada hari ke-5 hingga hari ke-18 kebuntingan. Tikus kemudian dibedah pada hari ke-19 kebuntingan, lalu bayi tikus ditimbang dan dihitung rata-rata berat badannya. Dengan menggunakan SPSS 23.0 didadapatkan rata-rata berat badan K(-): 2,922 gram; K(+): 1,264 gram; P(1): 2,032 gram; P(2): 3,048 gram; P(3): 4,09 gram. Hasil analisis uji one way ANOVA menunjukkan hasil kelompok perlakuan (1,2, dan 3) berbeda secara signifikan dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Kelompok K(+) lebih rendah secara signifikan dibanding kelompok K(-). Kelompok P(2) dan P(3) lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelompok K(+). Kelompok P(3) lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelompok P(1). Kelompok K(-) memiliki perbedaan namun tidak signifikan dibandingkan kelompok P(1), P(2), dan P(3). Dibandingkan dengan kelompok K(+), pemberian kefir susu sapi dengan dosis 5 ml/KgBB/hari dan 10 ml/KgBB/hari mampu secara signifikan mencegah terjadinya penurunan berat badan bayi baru lahir pada tikus (Rattus novergicus) bunting yang dipapar asap rokok. Kata kunci: kefir susu sapi, asap rokok, berat badan lahir rendah, tikus (Rattus novergicus), tikus bunting

Author Biographies

Setyawati Soeharto, Universita Brawijaya

Farmacology Departement Faculty of Medicine University of Brawijaya

Ni Luh Putu Herli Mastuti, Universitas Brawijaya

Midwifery Program Faculty of Medicine University of Brawijaya

Downloads

Published

2020-04-13

Issue

Section

Articles