Hubungan antara Frekuensi dan Durasi Diare dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-36 Bulan di Desa Kedungrejo Kecamatan Pakis

Zakiya Miladya Choiroh, Era Nurisa Windari, Astri Proborini
  JOIM, pp. 131 - 141  

Abstract


Stunting adalah keadaan dimana terjadi gangguan pertumbuhan panjang badan atau tinggi badan yang tidak sesuai dengan pertambahan usia. Riwayat penyakit infeksi merupakan salah satu faktor langsung yang dapat menyebabkan keadaan ini. Diare adalah salah satu penyakit infeksi yang apabila terjadi terus menerus dapat menyebabkan penurunan kadar cairan dalam tubuh secara bermakna sehingga menimbulkan gangguan dalam penyerapan zat gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara frekuensi dan durasi diare dengan kejadian stunting pada balita usia 24-36 bulan. Penelitian menggunakan desain case control dengan subjek kelompok kasus adalah balita stunting dengan ibunya sedangkan kelompok kontrol adalah balita tidak stunting dengan ibunya di Desa Kedungrejo Kecamatan Pakis dengan jumlah 24 untuk masing-masing kelompok. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran antropometri pada balita dan ibu diwawancarai menggunakan kuesioner riwayat kejadian diare yang telah dilakukan uji validitas dan reabilitas. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 48 subjek, persentase balita usia 24-36 bulan yang memiliki riwayat frekuensi diare sering adalah 14,5% (7 anak) dan persentase balita yang memiliki rerata durasi diare panjang adalah 33,3% (16 anak). Hasil uji statistik menunjukkan frekuensi diare tidak berhubungan signifikan (p = 1,000) namun meningkatkan risiko stunting sebesar 1,4 kali, sedangkan durasi diare berhubungan signifikan (p = 0,030) dan meningkatkan risiko stunting sebesar 5,0 kali.
Kata kunci: stunting, frekuensi diare, durasi diare, balita


Keywords


stunting; frekuensi diare; durasi diare; balita

Full Text:

PDF

References


Pratiwi T D, dkk. Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 2016, 5(3): 661-665.

Fadzillah. 2016. Gambaran Pola Asuh dalam Pemenuhan Nutrisi Keluarga pada Balita Stunting Usia 24-59 Bulan di Wilayah Puskesmas Mulyorejo Kota Malang. Tugas Akhir. Tidak diterbitkan, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang.

Sudiman H. Stunting atau Pendek: Awal Perubahan Patologis atau Adaptasi Karena Perubahan Sosial Ekonomi yang Berkepanjangan?. Media Litbang Kesehatan, 2008, 18(1): 33-43.

UNICEF. 2013. Improving Child Nutrition. UNICEF, New York, p. 8-11.

Kemenkes RI. 2018. Hasil Utama Riskesdas 2018 Provinsi Jawa Timur. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan.

Desyanti C., Nindya T.S. Hubungan Riwayat Penyakit Diare dan Praktik Higiene dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Simolawang, Surabaya. Amerta Nutrition, 2017, 243-251.

Richard S.A., Black R.E., Gilman R.H., Guerrant R.L., Kanonyonag G., Lanata C.F., Molbak K., Rasmussen Z.A., Sack R.B., Valentiner-Branth P., Checkley W. Diarrhea in Early Childhood: Short-term Association With Weight and Long-term Association With Length. American Journal of Epidemiology, 2013, 178(7): 1129-1138.

Moore S.R., Lima A.A.M., Conaway M.R., Schorling J.B., Soares A.M., Guerrant R.L.. Early childhood diarrhoea and helminthiases associate with long-term linear growth faltering. International Journal of Epidemiology, 2001, 30: 1457-1464.

Ristiawan M. 2015. Hubungan Kualitas Bakteriologis Air HIPPAM dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pakis Kabupaten Malang Tahun 2015. STIKES Widyagama Husada, Malang.

Hidayat, A.A.A. 2014. Metode Penelitian Keperawatan dan Teknis Analisis Data. Jakarta: EGC.

IDAI. 2019. How to Prevent Stunting: Detection and Manage Growth Deceleration Workshop. 3rd Indonesian Pediatric Nutrition and Metabolic Update (Nutrimet): All about Controversies in Nutrition and Metabolic. Indonesian Pediatric Society: Central Java Branch. Solo, 27-28 April.

Setiawan E., Machmud R., Masrul. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Andalas, 2018, 7(2): 275-284.

Fischer Walker, C.L., Perin, J., Aryee, M.J. et al. Diarrhea incidence in low- and middle-income countries in 1990 and 2010: a systematic review. BMC Public Health 12, 220 (2012). https://doi.org/10.1186/1471-2458-12-220.

A. Strina, S. Cairncross, M. L. Barreto, C. Larrea, M. S. Prado, Childhood Diarrhea and Observed Hygiene Behavior in Salvador, Brazil, American Journal of Epidemiology, Volume 157, Issue 11, 1 June 2003, Pages 1032–1038, https://doi.org/10.1093/aje/kwg075.

Musyayadah, M. dan Adiningsih, S., 2019. Hubungan Ketahanan Pangan Keluarga dan Frekuensi Diare dengan Stunting pada Balita di Kampung Surabaya. Amerta Nutrition, 3(4), pp.257-262.

Kholifasari, L. 2011. Perbedaan Frekuensi Morbiditas antara Anak Stunted dan Non Stunted di Lingkungan Kumuh Perkotaan di Wilayah Surakarta. Tugas Akhir. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Ponamon, N.S., Joy, A.M.R. and Maureen, I.P., 2015. Hubungan Antara Durasi dan Frekuensi Sakit Balita Dengan Terjadinya Stunting Pada Anak SD di Desa Kopandakan 1 Kecamatan Kotamobagu Selatan. Manado: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Samratulangi.

Pratama, B., Angraini, D.I. and Nisa, K., 2019. Penyebab Langsung (Immediate Cause) yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(2), pp.299-303.

Hidayani, W.R. and KM, S., 2020, April. Riwayat Penyakit Infeksi yang Berhubungan dengan Stunting di Indonesia: Literatur Review. In Jurnal Seminar Nasional (Vol. 2, No. 01, pp. 45-53.


Refbacks