Perbedaan Antara Asupan Vitamin B1, B6 dan B12 Dengan Kejadian Dysmenorrhea pada Remaja Putri di SMAN 8 Kota Malang dan MA Nurul Ulum Munjungan Kabupaten Trenggalek

Tiara Dewi Pratiwi, Rismaina Putri, Catur Saptaning Wilujeng
  JOIM, pp. 1-15  

Abstract


Dysmenorrhea merupakan salah satu masalah menstruasi yang paling sering dialami oleh remaja putri. Dysmenorrhea dibagi menjadi dysmenorrhe primer dan sekunder. Dysmenorrhea terjadi tanpa disertai patologi organ pelvik. Kekurangan mikronutrien yakni vitamin B1, B6 dan B12 merupakan salah satu faktor penyebab dari dysmenorrhe primer. Konsumsi seimbang dari ketiga vitamin pada menu harian dapat mencegah terjadinya dysmenorrhe primer  karena ketiga vitamin ini mampu menghambat sintesa prostaglandin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara asupan vitamin B1, B6 dan B12 dengan kejadian dysmenorrhea pada remaja di SMAN 8 Kota Malang dan MA Nurul Ulum Munjungan, Trenggalek. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik menggunakan metode cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 84 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Uji analisis hubungan asupan Vitamin B1, B6 dan B12 dengan kejadian dysmenorrhea menggunakan uji Spearman Rank dan Regresi Linier. Hasil uji Spearman diperoleh nilai p<0,05 untuk hubungan asupan Vitamin B1, B6 dan B12 dengan kejadian dysmenorrhea. Hasil analisis Regresi Linier diperoleh p<0,05. Uji beda dilakukan untuk melihat adanya perbedaan antara asupan vitamin B1, B6 dan B12 dari kedua sekolah dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil uji menunjukkan p>0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan asupan vitamin B1, B6 dan B12 dari SMAN 8 Kota Malang dan MA Nurul Ulum Munjungan, akan tetapi zat mikronutrien yang paling berpengaruh dari kedua sekolah berbeda. Vitamin B12 merupakan vitamin yang paling berpengaruh di SMAN 8 Kota Malang, sedangkan di MA Nurul Ulum Munjungan Vitamin B1 yang paling berpengaruh.


Keywords


Remaja Putri; Dysmenorrhea; Siswi SMA; Vitamin B1; Vitamin B6; Vitamin B12

Full Text:

PDF

References


Sherwood, L., 2011. Fisiologi Manusia. Jakarta: EGC

Proverawati, A., 2009. Menarche Menstruasi Pertama Penuh Makna. Nuha Medika, Yogyakarta.

Dawood, M., Yusoff., Primary Dysmenorrhea Advances in Pathogenesis Management. The American College of Obstetricians and Gynecologist 2006, 108: 428-441.

Shoeb, M., Kota V.R., Anti-inflammatory Affects of Benfothiamine Are Mediated Trough The Regulation of The Arachnoic Acid Pathway In Macrophages. Free Radical Biology and Medicine. Elsevier, 2012, 52: 182-190.

Adhie, RP., 2006. Kadar Aktivitin A pada Kehamilan Trimester II Sebagai Prediktor Pre-eklamsia. Tesis. Program Pasca Sarjana Megister Ilmu Biomedik dan Pendidikan Dokter Spesialis I Obstetri Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang.

Kobzar, G., mardla V., Ratsep I and Samel N., Effect of Vitamin B6 Vitamers on Platelet Aggregation. Platelet, 2009, 20(2): 120-124.

Departemen Kesehatan RI. 2013. Angka Kecukupan Gizi yang Dianjuran bagi Bangsa Indonesia. http://www. gizi.depkes.go.id (diakses tanggal 12 Maret 2018).

Sukmajati, RP., 2015.Hubungan Asupan Zat Gizi Mikro dan Komposisi Lemak Tubuh Dengan Tingkat Kebugaran Mahasiswa di UKM Sepakbola UNY. Skripsi. Program Studi S1 Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Muizzah, L., 2013. Hubungan Antara Kebugaran Dengan Status Gizi dan Aktivitas Fisik Pada Mahasiswi Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Syariat Hidayatullah Jakarta Tahun 2013. Skripsi. Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Valevski, AF., 2011. Journal of Complementary and Alternative Medicine. Topical Review Article. Israel.

Aryanti, SD., 2016. Hubungan Antara Asupan vitamin B (B1,B6) Dengan Kejadian Sindrom Pramenstuasi Pada Siswi SMA Brawijaya Smart School Malang. Skripsi. Program Studi Ilmu Gizi Kesehatan, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang.

Abdullahifard,S., Koshkak, AR., Moazamiyanfar, R., 2014. The Effects of Vitamin B1 on Ameliorating The Premenstrual Syndrome Symptoms. Global Journal of Health Science. Jahrom University of Medical Science Jahrom. Iran.

Syatrian, S., P. Astrianac A., 2010. Konsumsi Makanan dan Kejadian Anemia pada Siswi Selah satu SMP di Kota Makasar. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional vol. 4. Makasar.

Sefaya, KT., 2017. Pengaruh pendidikan Gizi Terhadap Pengetahuan Gizi dan Tingkat Kecukupan Gizi Terkait Pencegahan Anemia pada Remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Semarang: FKM Univertas Diponegoro

Ko, SH., Ko SH., Ahn YB., Song KH., Han KD., et al. Association of vitamin B12 deficiency and metformin use in patients with type 2 diabetes. J Korean Med Sci. 2014, 29(7):965-72.

Zafari,Mandana.,Aghamohammady A., Tofoghi M. Comparing the effect of vitamin B1 (vit. B1) and ibuberofen on the treatment of primary dysmenorhea. African Journal of Pharmacy and Pharmocology. 2011, 5(7):874-878

Almatsier, S., 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Al-Dabal, B.K., Koura, M.R., Al-Sowielem, L.S., & Barayan, S.S. Dysmenorrhea and associated risk factors among university students in eastern province of Saudi Arabia. Journal of Medicine & Society. 2014,12:25

Motesharee,E., Rahimi, E., Asadi, N., Jafari,M., Rafati, FM., Mehbodi, M. Effects of Flexibility Exercise and Supplement Vitamin B6 on Primary Dysmenorrhea in Female Non-Athletes. Armaghane danesh. 2013, 18 (7): 509-519

Bente,D., Eva, BJ., Jens, CH. Menstrual Discomfort In Danish Women Reduced By Dietary Supplements Of Omega-3 Pufa and B12 (Fish Oil Or Seal Oil Capsules). Elsevier Inc, 2000, 20(5): 621-631

Hansen, SO., UB. Knudsen. Endometriosis,dysmenorrhea and diet. European Journal of Obstetrics & Gynecology and Reprodaductive Biology. 2013,162-171

Kusnadi., 2008. Keberdayaan Nelayan dan Dinamika Ekonomi Pesisir. Ar-Ruzz Media, Jember


Refbacks

  • There are currently no refbacks.