Hubungan Kejadian Melasma dengan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Suntik dan Pil Kombinasi di BPM Dwi Astutik, Desa Petungsewu, Dau, Kabupaten Malang

Fauqo Wildatil Jannah, Dewi Ariani, Yuseva Sariati
  JOIM, pp. 17-29  

Abstract


ABSTRAK


Jannah, Fauqo Wildatil. 2018. Hubungan Kejadian Melasma dengan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Suntik Kombinasi dan Pil Kombinasi di Bidan Praktik Mandiri Dwi Astutik, Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Tugas Akhir, Program Studi S1 Kebidanan, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Pembimbing: (1) Dewi Ariani, SST, MPH (2) Yuseva Sariati, SST, SE, M.Keb.

Peningkatan penggunaan kontrasepsi hormonal di Indonesia berhubungan dengan beberapa keuntungan yang diberikan, seperti efektif, murah, dan terjangakau berbagai kalangan. Terlepas dari beberapa keuntungan yang diberikan oleh kontrasepsi hormonal, terdapat salah satu efek samping yang dianggap merugikan bagi penggunanya, yaitu melasma. Melasma merupakan suatu bentuk hiperpigmentasi yang ditimbulkan akibat adanya penumpukan melanin pada epidermis, dermis, maupun keduanya. Melasma  dapat muncul pada pengguna kontrasepsi hormonal seperti pil kombinasi maupun suntik kombinasi, dan sering muncul pada area wajah sehingga hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup sehari- hari. Munculnya melasma pada pengguna pil dan suntik kombinasi dipengaruhi oleh adanya hormon estrogen dan progesteron yang terkandung dalam kontrasepsi tersebut yang akan mengakibatkan penumpukan di dalam tubuh. Hormon estrogen dan progesteron saling berkaitan dalam mempengaruhi pigmentasi sel, dimana mereka berperan secara langsung pada melanosit sebagai salah satu reseptornya. Kandungan hormon yang berbeda dapat memberikan pengaruh yang berbeda pula pada kejadian melasma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian melasma dengan penggunaan kontrasepsi hormonal suntik kombinasi dan pil kombinasi di BPM Dwi Astutik Desa Petungsewu Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah desain case control dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah responden sebanyak 34 orang, pada tiap kelompok (kasus dan kontrol). Analisis data menggunakan Uji Chi Square dan diapatkan nilai α= 0,015 (signifikan) dan odd ratio sebesar 3,378. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan pada penggunaan kontrasepsi hormonal suntik kombinasi dan pil kombinasi dengan kejadian melasma dengan besar resiko yaitu penggunaan suntik kombinasi 3,378 kali lebih beresiko menimbulkan melasma dibanding penggunaan pil kombinasi.

Kata kunci: Kontrasepsi Hormonal, Suntik Kombinasi, Pil Kombinasi, Melasma






 
ABSTRACT


Jannah, Fauqo Wildatil. 2018. The Correlation between Melasma Occurrence with The Use of Injection Combination and Pills Combination of Hormonal Contraception in Dwi Astutik Maternity Home, Petungsewu Village in Dau District of Malang Regency. Final Assignment, Midwifery Program, Faculty of Medicine, Brawijaya University. Supervisors: (1)  Dewi Ariani, SST, MPH (2) Yuseva Sariati, SST, SE, M.Keb.

The Increasing of hormonal contraceptives use in Indonesia is related to its advantages, such as effective, inexpensive, and affordable. In spite of some advantages which is provided by the hormonal contraceptives, there is a bad effect that causes any harm, which is called melasma. Melasma is a form of hyperpigmentation arising due to the buildup of melanin in the epidermis, dermis, or both. Melasma can appear on the users of hormonal contraceptives such as the pill or injection combination and tend to appear on face areas so that it can be influencing the life’s quality. The appearance of melasma on the user of injection and pill combination is affected by the presence of estrogen and progesterone hormones which is contained in contraception and it will cause kind of accumulation in the body. Estrogen and progesterone hormones are interrelated in affecting cells pigmentation, as one of melanocyte's receptor. The difference of hormonal substances can give different influence to the genesis of melasma. This research aims to know the correlation between melasma occurrence with the use of injection combination of hormonal contraceptives and pills combination in Dwi Astutik Maternity Home, Petungsewu Village in Dau District of Malang Regency. The research design used was the design of the case-control sampling technique using a purposive sampling technique. The number of respondents as many as 34 people, on each group (case and control). Data analysis using the Chi-Square Test and obtained the value of α = 0.015 (significant) and the odds ratio of 3.378. The conclusion of this study is there is a correlation between injection and pill combination and the genesis of melasma. the use of injection combination 3.378 times is riskier to emerge melasma than the use of pill combination.
Keyword: Hormonal Contraception, Injection Combination, Combination Pills, Melasma




Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.